World Silent Day + Budaya Nyepi = Tanggulangi Perubahan Iklim

wsd_banner4001wsd4Living,. Black in News kali ini akan mengulas tentang salah satu cara yang paling efektif untuk menanggulangi perubahan iklim di BUMI tercinta ini. Untuk kali pertama, World Silent Day merupakan kampanye yang memberikan dampak yang signifikan untuk menanggulangi perubahan iklim yang akan diserukan pada tanggal 21 Maret 2009 selama 4 jam mulai pukul 10.00-14.00, dimana posisi matahari tepat pada titik Equinox Muda dan menjadi perlambang datangnya kehidupan baru. Selain itu, tanggal 21 Maret 2009 dipilih juga karena pada hari berikutnya yaitu pada tanggal 22 Maret 2009 bertepatan dengan Hari Air Sedunia, yang juga merupakan simbol kehidupan.Kampanye yang memberikan kesempatan bagi alam untuk bernapas sejenak ini, akan melibatkan orang di seluruh belahan dunia untuk partisipasi dalam mengurangi ancaman Global Warming yang akan berdampak pada perubahan iklim. Dengan tidak menyalakan perlatan-peralatan elektronik, mengurangi kegiatan serta menekan penggunaan energi dan kendaraan bermotor di harapkan bisa mengurangi emisi gas rumah dan mampu mengubah pola hidup masyarakat tentang konsumsi dan produksi agar lebih ramah lingkungan.

Memang, tradisi di Indonesia sangat tinggi akan kadar kearifannya, salah satunya adalah Budaya Nyepi. Budaya yang menjadi dasar terlahirnya World Silent Day, juga bertepatan pada tanggal 21 Maret 2009. Bayangkan gambaran gelap, black, damai, dan sunyi, terjadi di Pulau Dewata itu, pasti akan menambah keindahan akan suara alam yang mucul dalam keheningan tersebut. Hari Besar Nyepi merupakan implementasi dari ajaran falsafah Trihitakarana dari Bali, yang mengajarkan hubungan dan keterkaitan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, maupun hubungan antara manusia dengan manusia. Nyepi yang berarti sendiri, dilaksanakan selama 24 hari pada Tahun Baru Saka. Sepanjang Hari Nyepi, diperkirakan mampu menekan emisi gas sekitar 20 ribu ton sebagai dampak positif dari pengnon-aktifan alat-alat transportasi yang beroperasi di Bali.

Itu hanya sebagian gambaran kecil manfaat di Pulau Seribu Dewa, bayangkan apabila manfaat tersebut di implementasikan di seluruh pelosok dunia pada tanggal 21 Maret 2009..!!!Pasti Bumi Kita akan Tersenyum Manis Kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: